- Details
- Written by: Administrator
- Category: Opini Energi
- Hits: 80
Sebagai informasi diawal atau disclaimer dari penulisan ini bahwa content yang tertulis di postingan ini merupakan sebatas pandangan atau pendapat pribadi semata.
Berbicara tentang energi terbarukan berarti berbicara tentang perubahan. Perubahan tentang apa?, yaitu perubahan tentang banyak hal dalam aspek kehidupan ini, utamannya perubahan dalam aspek ekonomi. Arah kedepan sudah amat jelas dan pasti bahwa penggunaan sumber energi akan menggunakan energi berbasis energi terbarukan serta meninggalkan energi berbasis fosil seperti yang sekarang ini masih sebagai andalan.
Dalam era- era sekarang ini begitu mengemukannya ghirah terkait energi terbarukan ini. Satu persatu sumber energi terbarukan mulai diberdayakan serta dikembangkan dengan segala inovasinya. Masyarakat umum pun sudah banyak yang berinovasi secara mandiri dalam hal pemanfaatan energi terbarukan ini. Sumber-sumber energi terbarukan yang beragam dan terjangkau dikerjakan secara mandiri oleh tangan-tangan anak negeri. Pemanfaatan dari energi terbarukan juga sangat mudah diterapkan oleh masyarakat umum dan bersifat tepat guna.
Ketika dilakukan studi lebih dalam serta diresapi dengan akal sehat, sekiranya akan bisa memberi gambaran kepada kita, bahwa siapa yang sebenarnya bagian pemain kunci atau key player dalam bidang energi terbarukan ini, jawabannya adalah user atau konsumen yaitu masyarakat itu sendiri. Sehingga kalau kita memahami informasi ini artinya sekarang ini kita sudah berada pada era perubahan yang di drive oleh pemanfaatan energi terbarukan.
Cepat lambatnya perubahan ini sangat ditentukan oleh key player, semakin besar gerakan serta meningkatnya kesadaran masyarakat akan penggunaan bioenergi akan berdampak besar terhadap kecepatan perubahan tersebut. Hal ini adalah suatu kepastian yang insyaallah akan datang masa perubahan berkaitan dengan peralihan dari energi fosil ke energi terbarukan.
- Details
- Written by: Administrator
- Category: Opini Energi
- Hits: 124
Bioetanol merupakan sumber energi terbarukan yang bahan bakunya berasal dari tanaman. Keberadaan bioetanol sudah dikenal dari sejak jaman dahulu, bahkan masyarakat umum dengan teknologi yang sederhana pun sudah bisa atau mampu memproduksi bioetanol secara mandiri. Bahan baku bioetanol pun sangat beragam jenisnya, bahkan banyak dari jenis tanaman bahan baku bioetanol ini yang tumbuh subur di tanah Indonesia, artinya tidak ada halangan ataupun faktor penghambat dari sisi pemenuhan bahan baku.
Pemanfaatan bioetanol kalau kita lihat sekarang ini bisa dikatakan masih sangat terbatas, umumnya pemanfaatan masih di sekitar bidang kesehatan, industri, dan sedikit dalam bidang energi. Hal ini bisa disebabkan karena kurang beragamnya sumber bahan baku yang di berdayakan, dan biaya proses pembuatan bioetanol juga relatif masih tinggi sehingga menyebabkan harga jadi bioetanol tidak kompetitif. Untuk itu perlu diambil langkah-langkah yang bisa mengatasi lambatnya perkembangan bioenergi ini. Kedepan yang harus dilakukan adalah mewujudkan segala potensi-potensi tersebut menjadi sesuatu yang riil sehingga manfaatnya bisa dirasakan secara langsung.
Bioetanol sebagai sumber energi di proyeksi akan menjadi pilihan masa depan. Hal ini perlu menjadi perhatian yang serius terutama bagi yang sekarang ini masih bergantung pada energi fosil. Kondisi akan berubah secara cepat ketika penggunaan bioetanol sudah mengarah ke bahan bakar atau energi. Contoh nyata yang sudah ada dilapangan adalah bioetanol bisa digunakan untuk bahan bakar kompor, bisa untuk bahan bakar mesin atau otomotif dan bisa untuk bahan bakar power generator pada power plant yang besar. Bioetanol sangat memungkinkan untuk di kerjakan secara per orangan atau dalam skala kecil karena proses pembuatannya yang mudah dan murah.
Perlu ada perubahan cara berfikir dalam menentukan strategi pengembangan bioetanol ini, tidak ada salahnya kalau dalam pengembangan bioenergi ini menempatkan peran masyarakat secara langsung sebagai produsen sekaligus konsumen bioenergi. Strategi ini jauh lebih sederhana dan murah dari segi biaya serta lebih cepat perkembangannya.
Setidaknya ada tiga hal yang sekiranya bisa menjadi wawasan bagi masyarakat luas agar pengembangan bioetanol ini lebih efektif dan optimal. Pemahaman yang pertama adalah bahwa sumber bahan baku yang bisa digunakan untuk bioetanol tidak hanya sebatas tebu, aren termasuk family nya, jagung , sorgoum, dan singkong, faktanya ada sumber-sumber lain yang masih bisa di manfaatkan, bahkan ada satu lagi jenis tanaman dari pengetahuan penulis yang bisa diandalkan. Yang kedua kapasitas produksi bioetanol tidak harus yang berkapasitas sedang ataupun besar, bisa memproduksi ½ liter/hari pun sudah cukup !!!. Ketiga Pembuatan bioetanol tidak harus berorientasi ke bisnis secara langsung, lebih diutamakan untuk pemenuhan kebutuhan sendiri, seperti kompor, generator listrik, maupun untuk bahan bakar mesin bakar.
- Details
- Written by: Administrator
- Category: Opini Energi
- Hits: 160
Beberapa kendala yang umum dihadapi masyarakat luas terkait penggunaan gas elpiji diantaranya adalah kelangkaan, dan harga yang tidak bersahabat. Sehingga sumbang saran, berupa ide, maupun inisiatif yang berkaiatan dengan energi, khususnya alternatif lain diluar elpiji sangat diperlukan saat ini. Peran insan-insan yang peduli dengan kemandirian energi sangat dibutuhkan, utamanya buah hasil karya ataupun ide dari para penggiat energi terbarukan yang bermanfaat, tentu akan mendapat dukungan dari masyarakat dan ini akan mengalir secara alami.
Tingkat ketergantungan dan kebutuhan akan elpiji terasa meningkat dari waktu ke waktu. Masyarakat seolah tidak ada alternatif lain selain gas elpiji, namun menurut perkembangan yang ada, rencananya akan ditawarkan CNG ( compressed natural gas) sebagai pengganti gas elpiji.
Dari fakta di lapangan, tidak semua lapisan masyarakat bergantung pada gas elpiji, contohnya dapat disaksikan bahwa sebagian masyarakat kita terutama di pedesaan masih ada yang memakai kayu bakar maupun arang. Hal ini sebetulnya dapat dilihat sebagai contoh kecil dari apa yang disebut dengan kemandirian energi. Arang maupun kayu bakar di produksi bukan dari sebuah perusahaan yang besar, namun dilakukan oleh usaha-usaha kecil di lingkungan masyarakat. Memang diakui penggunaan arang maupun kayu bakar dari beberapa segi dirasa kurang bisa memenuhi tuntutan bagi masyarakat modern. Tentu perlu diakui bersama bahwa belum pernah terdengar ataupun cerita dalam sejarah indonesia ada kelangkaan arang maupun kayu bakar, dan ini fakta yang tak terbantahkan.
Disini bisa di ambil satu pelajaran penting bahwa kemandirian energi bisa di lakukan oleh masyarakat sendiri. Penggunaan arang dan kayu bakar merupakan tradisi atau cara yang telah lama dilakukan mulai sejak dahulu kala. Sebuah warisan yang berangkat dari kearifan lokal kepada kita sebagai generasi penerus, tentang bagaimana cara menjalani kehidupan ini dengan mandiri energi. Dewasa ini kita semua telah diberi kesempatan belajar yang luas untuk menimba ilmu dengan kemudahan akses fasilitas belajar serta akses informasi. Hal inilah yang seharusnya bisa dijadikan bekal untuk melakukan pengembangan dan inovasi dalam mewujudkan kemandirian energi.
Berkaitan cerita tentang arang dan kayu bakar tadi, penulis bisa menangkap satu pesan atau isyarat yang sangat berharga, yaitu kesimpulan penting bahwa kemandirian energi bisa diraih dengan cara yang mudah, murah dan sangat terjangkau karena lingkungan alam sekitar kita sangat mendukung akan hal ini. Tentunya disini objek yang digarap bukanlah arang maupun kayu bakar, namun penulis lebih memilih bioetanol sebagai bahan energi terbarukan.
Dalam beberapa aspek, bioetanol memiliki beberapa keunggulan baik itu dari segi keekonomian, fleksibilitas maupun aksesibilitas. Bioetanol ini sumber bahan bakunya sangat melimpah dan beragam, kondisi ini akan menutup kemungkinan celah monopoli. Untuk skala rumah tangga pun pembuatan bioetanol sangat memungkinkan untuk di kerjakan secara mandiri.
Sebagai langkah awal penulis telah menerapkan bioetanol ini untuk bahan bakar kompor. Dilapangan ada beberapa jenis kompor yang bisa menggunakan bioetanol, ada yang model sumbu, model bertekanan, serta model penguapan.
Dan terakhir kesimpulannya adalah bioetanol secara perhitungan dengan mempertimbangakan banyak aspek, maka100% bisa menggantikan gas elpiji. Bahkan untuk kedepannya penulis meyakini keberadaan bioetanol ini mampu menandingi penggunaan CNG ( compressed natural gas) sebagai bahan bakar kompor !!, sebuah tantangan yang menarik sekali untuk di respon dengan suguhan karya nyata
