Bisa di lihat sebagai sebuah peralatan sederhana, namun merupakan peralatan primer dalam kehidupan masyarakat pada umumnya, adalah  kompor sebuah peralatan utama yang harus ada di dapur. Dengan sangat dekatnya fungsi kompor ini dalam kebutuhan dasar masyarakat, menjadikan kompor sebagai peralatan yang bisa dipastikan memiliki pengaruh yang luas dalam beberapa aspek kehidupan masyarakat. Namun tak jarang banyak orang yang mengesampingkan peran penting kompor bioetanol dalam proses untuk menuju kemandirian energi berbasis energi terbarukan. Umumnya dan kebanyakan orang selalu tertuju pada pemanfaatan bioetanol untuk bahan bakar mesin maupun otomotive.

 

Pada kesempatan ini saya lebih melihat ke aspek pemanfaatan sumber energinya, yaitu energi bahan bakar kompor yang menggunakan bioetanol. Disini salah satu yang menarik untuk di cermati adalah pemanfaatan bioetanol sebagai bahan bakar kompor rumah tangga. Sebetulnya kompor bioetanol itu beragam variasinya, baik bentuk maupun prinsip kerjanya. Semua bisa disesuaikan dengan tingkat kebutuhan dan keperluan, tentunya faktor keamanan dan keyamanan sebagai  faktor yang perlu di kedepankan juga. Dengan  perencanaan design kompor yang baik, tentunya akan menghasilkan product yang user friendly. Sehingga pada perkembangannya masyarakat akan semakin objektif dalam memlilih jenis kompor yang akan mereka gunakan. Secara umum masyarakat, sama halnya dengan saya menginginkan kompor yang bahan bakarnya murah terjangkau serta mudah didapat, selain itu tentu perlu faktor kepraktisan dan keamanan juga.

 

Nah, dari kriteria tersebut saya menilai kompor berbahan bakar bioetanol lah yang paling mendekatinya. Tentu ada kontra terhadap pandangan bahwa bioetanol itu murah, realita dilapangan sesuai dengan kondisi saat ini hal ini masih valid. Terutama kalau kita melihat bioetanol yang dihasilkan dari tetes tebu, singkong, aren ataupun sorghum, harga bioetanol ya seperti sekarang ini dinilai kurang ekonomis bagi masyarakat. Faktor-faktor yang mempengaruhinya selain dari pemilihan bahan baku juga bisa dari proses produksi, serta skala produksi. Untuk itu perlu solusinya, salah satunya dengan orang per orang yang secara mandiri membangun sistem yang kecil  untuk pemenuhan bioetanol ini.

 

Namun, saya sebagai bagian dari masyarakat umum, dan melihat dari angle yang lain, bahwa bioetanol itu sangat prospek sekali untuk energi pilihan masa depan. Beberapa hal yang mendasarinya adalah bahan baku yang mudah, proses pengolahan yang mudah serta segi pemanfaatanya juga sederhana. Untuk itu perlu adanya kemampuan serta kejelian supaa bisa melakukan kategorisasi sumber tanaman bioetanol sebagai tanaman primer, tanaman sekunder serta tanaman lapis ketiga. 

 

Bioetanol untuk bahan bakar kompor ini tidak perlu spesifikasi yang tinggi seperti halnya untuk industri ataupun bahan bakar otomotif. Apalagi untuk jenis kompor bioetanol yang bertekanan, dengan kadar etanol yang tidak tinggi sudah bisa untuk menyalakan kompor. Dan dari berbagai keunggulan yang dimiliki kompor bioetanol, sudah selayaknya ini menjadi pilihan. Dengan mendorong pemakaian kompor bioetanol ini semakin masive di masyarakat, maka kemandirian energi berbasis energi terbarukan akan semakain cepat tercapai.