Untuk mengoptimalkan pemanfaatan bioetanol sebagai energi alternatif, paling tidak kita harus memiliki peralatan produksi dan peralatan aplikasinya misalnya kompor atau generator listrik. Peralatan produksi bioetanol di buat dengan menyesuaikan tingkat kebutuhan konsumsi bioetanol itu sendiri. Untuk kebutuhan setingkat rumah tangga cukup menggunakan peralatan distilasi yang sederhana dan menggunakan heater yang hemat. 

Produksi bioetanol kapasitas kecil bisa dilakukan tiap hari dengan memanfaatkan waktu luang, kemudian hasilnya bisa di gunakan dan sebagian disimpan. Konsumsi bahan bakar untuk memasak dalam satu hari untuk kebutuhan keluarga normalnya tidak begitu besar. Jadi dengan menggunakan peralatan distilasi ukuran kecil secara perhitungan sudah cukup. Kesederhanaan peralatan ini adalah tidak membutuhkan biaya yang besar untuk membuatnya, serta mudah pengoperasiannya. Peralatan pengolah bahan bakar nabati ini akan menghasilkan bahan bakar nabati yang selanjutnya bisa digunakan untuk kompor K100N ataupun generator listrik GL100N. Salah satu nilai lebih dari bahan bakar bioetanol ini adalah dalam hal penyimpanan, karena tidak dalam kondisi bertekanan serta kelihatan wujud fisiknya.

Lantas bagaimana dengan sumber bahan bakunya? Sebetulnya ada banyak sumber bahan baku yang sudah diketahui masyarakat luas. Namun sebagian besar sumber bahan nabati tersebut memiliki banak kendala dalam pengembangannya, seperti butuh lahan yang luas, biaya perawatan yang tinggi, panen yang lama dan berbagai kendala yang lain, Untuk itu dibutuhkan ide serta alternatif lain untuk mengatasi hal ini, salah satunya adalah pemilihan jenis tanaman sebagai penghasil bahan baku bioenergi.